Pantun dari Alonk nich…

Ni smw adalah pantun kriman dari Alonk…
thx bwt Alonk yg udah mw berbagi…
hehehe….

Nasi lemak buah bidara
Sayang selasih hamba lurutkan
Hilang emak hilang saudara
Kerana kasih hamba turutkan

Pasir putih di pinggir kali
Pekan menyabung ayam berlaga
Kasih tak boleh dijual beli
Bukannya benda buat berniaga

Petik sayur si daun maman
Makan berulam daun pegaga
Habis tahun berganti zaman
Kasih adinda kunanti jua

Hijau nampaknya Bukit Barisan
Puncak Tanggamus dengan Singgalang
Terbang nyawa dari badan
Kasih di hati takkan hilang

Indra Giri pasirnya lumat
Kerang bercampur dengan lokan
Ibarat Nabi kasihkan umat
Begitu saya kasihkan tuan

Bunga Melati terapung-apung
Bunga rampai di dalam puan
Rindu hati tidak tertanggung
Bilakah dapat berjumpa tuan?

Burung merbuk membuat sarang
Anak enggang meniti di paya
Tembaga buruk di mata orang
Intan berkarang di hati saya

Kalau roboh kota Melaka
Sayang selasih di dalam puan
Kalau sungguh bagai dikata
Rasa nak mati di pangkuan tuan

Kalau roboh Kota Melaka
Papan di Jawa saya dirikan
Kalau sungguh bagai dikata
Badan nyawa saya serahkan

Anak campuran Cina-Melaka
Pulang ke rumah di Bukit Pekan
Andai kena dengan cara
Nyawa dan badan saya berikan

Anak ruan tidak terluang
Benang sutera di dalam buluh
Hendak buang tidak terbuang
Sudah mesra di dalam tubuh

Tumbuk padi jadikan emping
Buat juadah teman sebaya
Pipit hendak bertenggek ke ranting
Sudikah enggang bertenggek sama?

Kain cindai dilipat-lipat
Lipat mari tepi perigi
Kalau pandai Tuan memikat
Burung terbang menyerah diri

Kiri jalan kanan pun jalan
Sama tengah pokok mengkudu
Kirim jangan pesan pun jangan
Sama-sama menanggung rindu

Pucuk pauh batangnya pauh
Di tengah-tengah pokok mengkudu
Adinda jauh kekanda pun jauh
Sama-sama menanggung rindu

Buah jambu disangka kandis
Kandis ada di dalam cawan
Gula madu disangka manis
Manis lagi senyuman Tuan

Sayang Musalmah pergi ke taman
Hendak memetik sekuntum bunga
Sudah ada dalam genggaman
Bilakah dapat hidup bersama?

Anak haruan berlima-lima
Mati ditimpa ponggor berdaun
Kasih cik adik saya terima
Menjadi hutang beribu tahun

Sayang Laksamana mati dibunuh
Mati dibunuh Datuk Menteri
Tuan umpama minyak yang penuh
Sedikit tidak tertumpah lagi

Sayang pelanduk di luar pagar
Mati ditembak patah kakinya
Tujuh tahun gunung terbakar
Baru sekarang nampak apinya

Batang selasih permainan budak
Daun sehelai dimakan kuda
Bercerai kasih bertalak tidak
Seribu tahun kembali juga

Harum baunya si bunga Tanjung
Harumnya sampai puncak gunung
Tuan umpama sekaki payung
Hujan panas tempat berlindung

Tajam kapak dari beliung
Hendak menebang kayu berduri
Tuan laksana kemuncak payung
Saya di bawah menyerah diri

Hujan panas turun berderai
Guruh menyambar pohon jati
Kasih sayang tak boleh bercerai
Bagaikan rambut bersimpul mati

Hilir berderap mudik berderap
Patah galah di dalam perahu
Tuan laksana si bunga Dedap
Cantik merah tidak berbau

Orang berhuma di Pulau Balangan
Asap apinya tabun-menabun
Tuan laksana bunga kayangan
Kuntum Kasturi tangkainya embun

Kalau Tuan pergi ke Jambi
Ambil air Cik Tahir jurubatunya
Kalau Tuan hendakkan kami
Bakar air ambil abunya

Beli cempedak dari Juana
Mari dibelah di atas tudung
Jika berhajat menyunting bunga
Jumpa wali di atas gunung

Buah jering di atas para
Diambil budak bawa berlari
Kering laut tanah Melaka
Baru saya mungkirkan janji

Buih kuini jatuh tercampak
Jatuh menimpa bunga selasih
Biar bertahun dilambung ombak
Tidakku lupa pada yang kasih

Tebang gelam tebang kenanga
Batang tumbang menimpa gadung
Kumbang mengidam nak seri bunga
Bunga kembang di puncak gunung

Limau purut lebat di pangkal
Batang selasih condong uratnya
Hujan ribut dapat ditangkal
Hati kasih apa ubatnya?

Layang-layang terbang melayang
Jatuh ke laut disambar jerung
Siapa bilang saya tak sayang?
Kalau bunga rasa nak kendong

Layang layang terbang melayang
Jatuh di laut melayang layang
Siapa bilang saya tak sayang?
Siang malam terbayang bayang

Layang-layang disambar nuri
Madu kelapa dalam tempayan
Lagi tak hilang bukit Puteri
Tidak kulupa kasihmu Tuan

Langit cerah awan membiru
Dinihari embun pun jatuh
Sakit sungguh menanggung rindu
Di dalam air badan berpeluh

Indah nian bulan mengambang
Keliling pula bintang bercahaya
Wajah tuan bila ku pandang
Bagai melihat pintunya syurga

Ikan belanak di tengah muara
Daun suji di dalam puan
Tiada sanak tiada saudara
Kalau sudi terimalah Tuan

Dua tiga kucing berlari
Manakan sama si kucing belang
Dua tiga boleh kucari
Manakan sama abang seorang

Anak beruk di kayu rendang
Turun mandi di dalam paya
Huduh buruk di mata orang
Cantik manis di mata saya

Tinggi tinggi mata hari
Anak kerbau mati tertambat
Sudah lama saya mencari
Baru sekarang saya mendapat

Pucuk pauh delima batu
Anak sembilang ditapak tangan
Biar jauh beribu batu
Jauh di mata di hati jangan

Surat ku layang untuk berkata
Penyampai hasrat kata di hati
Kalaulah sungguh kasihkan saya
Jangan dibuang sampai ke mati

Kedondong batang sumpitan
Batang padi saya lurutkan
Tujuh gunung sembilan lautan
Kalau tak mati saya turutkan

Burung terbang menarik rotan
Lalu hinggap di kayu Jati
Tujuh gunung tujuh lautan
Belum dapat belum berhenti

Ke Teluk sudah ke Siam sudah
Ke Mekah saja aku yang belum
Kupeluk sudah kucium sudah
Bernikah saja aku yang belum

Di Tanjung Katung airnya biru
Disitulah tempat mencuci mata
Duduk sekampung lagikan rindu
Inikan pula jauh dimata

Laju-laju perahu laju
Lajunya sampai ke Surabaya
Lupa kain lupakan baju
Tetapi jangan lupakan saya

Kalau menyanyi perlahan-lahan
Dibawa angin terdengar jauh
Kalau hati tidak tertahan
Di dalam air badan berpeluh

Bunga Cina jambangan Cina
Bungkus inai dalam kertas
Sungguh saya bena tak bena
Di dalam hati haram tak lepas

Bunga rampai di dalam puan
Buluh perindu di atas gunung
Adakah sampai kepadamu tuan?
Rindu kekanda tidak tertangung

Ayam disabung jantan dipaut
Jika ditambat kalah laganya
Asam di darat ikan di laut
Dalam belanga bertemu jua

Angin Barat dari gunung
Berhembus lembut terlalu nyaman
Baru kelibat adik menyongsong
Kembali segar semangat di badan

Orang mengail ikan cencaru
Dapat ikan bawa ke jeti
Kalau tuan kata begitu
Barulah senang di dalam hati

Ribu-ribu pokok mengkudu
Cincin permata jatuh ke ruang
Kalau rindu sebut namaku
Airmata jangan dibuang

Dari mana punai melayang
Dari sawah turun ke padi
Dari mana datangnya sayang?
Dari mata turun ke hati

Berkurun lama pergi menjauh
Wajah kulihat di dalam mimpi
Kalau dah kasih sesama sungguh
Kering lautan tetap ku nanti

Anak buaya anak memerang
Anak biawak luka kepala
Badan merantau sakit dan senang
Pada adinda sedikit tak lupa

Kukutip bunga buat karangan
Karangan diletak di atas peti
Ingin ku sunting bunga di jambangan
Buat penyeri di taman hati

Sekapur sirih seulas pinang
Ada berkunjung budaya Melayu
Terjunjung kasih tersimpul sayang
Terikat terkurung kasih nan satu

Burung merpati terbang melayang
Singgah sebentar dipohon meranti
Rindu hatiku bukan kepalang
Wajahmu tuan termimpi-mimpi

Malam ini malam Jumaat
Pasang dian kepala titi
Tepuk bantal panggil semangat
Semangat datang di dalam mimpi

Hilang sepi diraut wajah
Usah terlerai nilainya budi
Setia janji takkan berubah
Kasih tersemai tetap abadi

Kalau tidak kelapa puan
Tidak puan kelapa bali
Kalau tidak pada tuan
Tidak tuan siapa lagi?

Pohon sena cabangnya empat
Mari tebang waktu pagi
Kalau kena dengan makrifat
Burung terbang menyerah diri

Gunung tinggi dilitupi awan
Berteduh langit malam dan siang
Bila adik mengirimkan pesan
Hancur seluruh sendi abang

Air pasang limpah ke pasar
Tanam pinang kelapa mati
Di manalah tuan belajar
Pandai mencari isyarat hati?

Tajam tubuh si buah gading
Hendaklah ikat bersama tali
Hancur luluh tulang dan daging
Namun kulupa tidak sekali

Hujan turun badan pun basah
Patah galah haluan perahu
Niat dihati tak mahu berpisah
Kehendak Allah siapa yang tahu?

Fikir memikir sama lawak
Jangan dibawa ke Tanjung Jati
Sindir menyindir sesama awak
Jangan dibawa masuk ke hati

Tuan puteri meminta cawan
Untuk diisi air kelapa
Amat tulus kasihmu Tuan
Sampai ke mati adinda tak lupa

sekali lg thx yach bwt Alonk…
yg lain ditunggu…
hehe…

English Grammar Quick Review: Tenses - Future Auxiliary Verbs

By Kenneth Beare, About.com

This grammar reference section provides a quick review of the basic tenses used in English to speak about a future moment in time and events or states which have happened up to a future moment in time.

Importance of the Auxiliary Verb

In English, tenses are formed by conjugating an auxiliary verb plus a standard form of the principal verb (the base form, the gerund form, or the past participle form). It is import to focus on the variations in the auxiliary verb to properly use English tenses.

Symbols Used:

S (subject)
Aux (auxiliary verb)
O (objects)
? (question word, i.e., who, what when, etc.)

Construction:

In general, using the following patterns to construct sentences in active sentences.

Positive: S + Verb + O
Negative:S + Aux + Verb + O
Question:(?)+ Aux + S + Verb + (O)

Future with ‘Will’

Use the future with ‘will’ to:

* Make a future prediction
* Express a decision made about the future at the moment (spontaneous reactions to events)
* Make a promise
* Think about future possibilities

Examples:

It will rain tomorrow.
I think he won’t attend the meeting.
Oh! You’re all wet. I’ll fetch you a blanket.

Future with ‘Going to’

Use the future with ‘going to’ to speak about future intentions or plans made before the present moment.

Examples:

We are going to study abroad next semester.
Who are you going to visit in Seattle?
Peter isn’t going to attend next week’s meeting.

Future Continuous

Use the future continuous to speak about an activity that will be happening at a precise point in time in the future.

Examples:

I’ll be playing tennis at four this afternoon.
When you arrive in Boston, I’ll be sleeping soundly in my bed.
What will you be doing this time next week?

Future Perfect

Use the future perfect to express something that will have been done up to a precise point in time in the future.

Examples:

She’ll have read the book by the time you arrive.
I’m afraid we won’t have finished by the end of tomorrow afternoon.
What will you have studied by the time you finish college?

Sumber : http://esl.about.com/od/grammarstructures/a/a_auxfuture.htm

English Grammar Quick Review: Tenses - Past Auxiliary Verbs

By Kenneth Beare, About.com

This grammar reference section provides a quick review of the basic tenses used in English to speak about the past moment in time and events or states which have happened up to a past moment in time.

Importance of the Auxiliary Verb

In English, tenses are formed by conjugating an auxiliary verb plus a standard form of the principal verb (the base form, the gerund form, or the past participle form). It is import to focus on the variations in the auxiliary verb to properly use English tenses.

Symbols Used:

S (subject)
Aux (auxiliary verb)
O (objects)
? (question word, i.e., who, what when, etc.)

Construction:

In general, using the following patterns to construct sentences in active sentences.

Positive: S + Verb + O
Negative:S + Aux + Verb + O
Question:(?)+ Aux + S + Verb + (O)

Past Simple

Use the past simple when an action is done at a SPECIFIED point in time in the past.

Auxiliary: DID

Examples:

She moved to New York last month.
They didn’t want to buy a new television last week.
Where did you go on vacation last year?

Past Continuous

Use the past continuous for something that is happening at a precise moment in the past. This form is often used to express an interrupted action in progress.

Auxiliary: WAS / WERE

Examples:

I was working on the project when you telephoned.
What were you doing when she arrived?
They weren’t watching the film when you arrived.

Past Perfect

Use the past perfect for an action that finishes before another action in the past. We often use the past perfect when is giving reasons for a decision made in the past.

Auxiliary: HAD

Examples:

They had invested their money wisely before they bought the new house.
She hadn’t finished speaking when he rudely interrupted her.
Had you checked all your accounts before you made the withdrawal?

Past Perfect Continuous

Use the past perfect continuous to express the duration of another activity up to another point in time in the past. This form is often used to stress impatience or importance of the length of time of the previous activity.

Auxiliary: HAD BEEN

Examples:

We had been waiting for two hours when Jack finally arrived.
They hadn’t been working long when he telephoned.
Had she been telephoning a long time before you arrived?

Sumber : http://esl.about.com/od/grammarstructures/a/a_auxpast.htm

English Grammar Quick Review: Tenses - Present Auxiliary Verbs

By Kenneth Beare, About.com

This grammar reference section provides a quick review of the basic tenses used in English to speak about the present moment in time and events or states which have happened up to the present moment in time.

Importance of the Auxiliary Verb

In English, tenses are formed by conjugating an auxiliary verb plus a standard form of the principal verb (the base form, the gerund form, or the past participle form). It is import to focus on the variations in the auxiliary verb to properly use English tenses.

Symbols Used:

S (subject)
Aux (auxiliary verb)
O (objects)
? (question word, i.e., who, what when, etc.)

Construction:

In general, using the following patterns to construct sentences in active sentences.

Positive: S + Verb + O
Negative:S + Aux + Verb + O
Question:(?)+ Aux + S + Verb + (O)

Present Simple

Use the present simple to express regular routines and habits. The present simple is often used with adverbs of frequency.

Auxiliary: DO

Examples:

He often arrives late for work.
When do you do your homework?
They don’t take the bus to work.

Present Continuous

Use the present continuous when something is happening at or around the present moment in time. The present continuous is often used with ‘now, at the moment, currently, today’.

Auxiliary: BE

Examples:

Jack is working on the report at the moment.
What are you doing?
Go ahead and take it. She isn’t reading that book currently.

Present Perfect

Use the present perfect for:

* Something which has happened up to the present moment
* Something which has happened at an unspecified point of time in the past
* Something which has recently happened

Auxiliary: HAVE

Examples:

They haven’t done their work yet.
He’s worked at this company since 1978.
Have you every been to Rome?

Present Perfect Continuous

Use the present perfect continuous to express the duration of an activity that begins in the past and continues up to the present moment. In many cases BOTH the present perfect and present perfect continuous can be used.

Auxiliary: HAVE BEEN

Examples:

We’ve been driving for three hours.
How long have you been sitting at that table?
They haven’t been working here long.

Sumber : http://esl.about.com/od/grammarstructures/a/a_auxpres.htm

English Grammar - Causative Verbs

By Kenneth Beare, About.com

Causative Verbs

Jack had his house painted.

This sentence is similar in meaning to: Someone painted Jack’s house. OR Jack’s house was painted by someone. Causative verbs express the idea of someone causing something to take place. Causative verbs can be similar in meaning to passive verbs.

Examples:

My hair was cut. (passive)
I had my hair cut. (causative)

Both ‘make’ and ‘have’ can be used as causative verbs.

Make

‘Make’ as a causative verb expresses the idea that the person requires another person to do something.

Construction Chart

Subject + Make + Person + Base Form of Verb

Examples:

Peter made her do her homework.
The teacher made the students stay after class.

Have

‘Have’ as a causative verb expresses the idea that the person wants something to be done for them. This causative verb is often used when speaking about various services. There are two forms of the causative verb ‘have’.

Construction Chart: Use 1

Subject + Have + Person + Base Form of Verb

Examples:

They had John arrive early.
She had her children cook dinner for her.

Construction Chart: Use 2 Subject + Have + Object + Past Participle

Examples:

I had my hair cut last Saturday.
She had the car washed at the weekend.

Note: This form is similar in meaning to the passive.

Sumber : http://esl.about.com/od/grammarstructures/a/causative.htm

Tanda Tangan (Signature) untuk Artikel Kita

Itu adalah tanda tangan gw…
bagi yang pengen jg kya gitu, kunjungi aja MyLiveSignature
Di sana lo bisa buat sendiri tanda tangan semau lo…
Oceh…

Selamat Mencoba…

Cara Mindahin Film dari Handycam ke Komputer

Salah satu software yang mudah untuk transfer dan mengedit video adalah dengan Ulead Video Studio. Berikut ini langkah2 sederhana untuk mentransfer video dengan Ulead Video Studio (tidak memakai MovieWizard). Saat ini saya menggunakan Ulead Video Studio 9. (Sudah ada versi 11 dan hampir sama dasar penggunaannya)
Untuk mentransfer video
1.Siapkan handycam dan kaset yang akan ditransfer.
2.Masukkan ujung kabel firewire dari pc ke port firewire (port DV) yang ada di handycam.
3.Nyalakan Handycam ke mode playback/VCR,
4.Buka Ulead Video Studio 9 - Apabila muncul Start Up Screen - Pilih VideoStudio Editor
5.Klik “Capture”, Klik “Capture Video” (Ada icon handycam)
6.Kemudian centang “Split by scene”. Ini untuk memotong2 video menjadi file2 sesuai adegan yang Anda ambil.
7.Pada “Capture Folder” pilih drive dan folder yang mempunyai sisa paling banyak. 1 jam transfer membutuhkan kurang lebih 13 giga.
8.Dibawah layar ada control untuk memainkan, memajukan atau memundurkan kaset anda. Apabila sudah berada di bagian awal yang ingin Anda transfer kemudian klik tombol “Capture Video”. Lama proses capture ini adalah sesuai durasi video.
9.Setelah selesai transfer klik “Stop Video”. Maka file Video yang Anda transfer akan masuk ke dalam Video Library di bagian “Edit”.
10. Drag dan drop file2 video tersebut ke storyboard (kotak di bawah) sesuai dengan keinginan anda. Anda bisa menambahkan Effect,Title,Overlay dan Sound dalam video Anda. Cara memotong video,menambah Effect, Title, Overlay dan Sound akan saya jelaskan lain waktu.
11. Setelah selesai Anda bisa menjadikan mpg video Anda dengan mengklik “Share” kemudian Create Video File - Pilih VCD PAL - Masukkan nama file - Save. Setelah selesai Anda bisa memburning file mpg tadi mejadi VCD.

Ricardo Izecson Santos Leite [Kaka]

Kaka, nama ini pernah mengecoh. Ini terjadi ketika manajer umum klub sepakbola Juventus, Luciano Moggi, berkomentar menertawakan, ketika nama Kaka beredar di bursa pemain-pemain baru dari Brazil, “Kaka? Kami tidak akan pernah mengontrak pemain dengan nama sperti itu!”
Namun yang celaka ternyata justru nama Luciano Moggi itu, karena akan ikut disebut setiap kali anekdot ini diceritakan kembali, yang memang selalu terjadi setiap kali Kaka membuktikan, betapa nama “seperti itu” tidak perlu mengalanginya menjadi salah satu pemain sepakbola besar yang pernah lahir di muka bumi. Tahun 2007, tak kurang dari dua gelar penting diraihnya sekaligus, European Footballer of the Year dan FIFA Player of the Year. Tak lebih dan tak kurang inilah berkat peranannya membawa AC Milan, tempat ia bergabung sekarang, menjadi juara Liga Champions Eropa; maupun menjadi juara Piala Dunia Antarklub FIFA, di Jepang. Dalam kejuaraan terakhir itu pun Kaka dinobatkan sebagai pemain terbaik.
Dalam usia 25 tahun, kaka bagaikan telah memiliki segalanya: ketampanan keterampilan, kemasyhuran dan kekayaan. Siapakah Kaka yang namanya semula dianggap aneh itu?

Anak orang kaya
Kaka dilahirkan 25 tahun lalu di Kota Brasilia dengan nama Ricardo Izecson Santos Leite sebagai anak dari Bosco Leite, seorang insinyur yang sukses dalam pekerjaannya, sehingga menduduki posisi sosial kelas menengah - yang biasanya tidak menjadi lading subur pemain sepakbola.
Di Brazil sepakbola merupakan jembatan emas, bukan hanya bagi kelas bawah, tetapi bahkan juga kelas terbawah, seperti bisa dibaca dalam riwayat para pemain sepakbola terkenal. Mulai dari Pele sampai Romario, bahkan juga Ronaldo dan Ronaldinho yang masih bermain sekarang ini, berasal dari favella atawa slum alias perkampungan kumuh yang menjadi kontras dunia gemerlap Brazil. Dari menendang bola plastik di sembarang lingkungan, para pemain besar Brazil tumbuh nyaris secara alamiah, dengan cara bermain yang tidak terdapat dalam buku, sehingga permainannya begitu memukau bagaikan seni pertunjukan. Bukankah hanya pemain Brazil yang lazim disebut seniman bola?
Agak lain halnya dalam perkara Kaka. Usianya masih empat tahun ketika keluarganya pindah ke Curitiba, di bagian selatan Brazil, dan tiga tahun kemudian ke Sao Paulo. Saat itu, artinya ia berusia tujuh tahun, guru olahraganya menganjurkan ke-pada Simone, ibunya Kaka yang guru matematika, agar anak itu dimasukkan ke sekolali sepakbola. Dengan segera Kaka menjadi anggota, dan tahun 1997, pada usia 15, ia sudah terpilih untuk masuk tim yunior klub terkenal itu. Prestasi macam ini, bagi pemain yang berasal dari kelas bawah tidak menimbulkan masalah, karena memang tidak ada pilihan lain. Tapi bagi Kaka cukup menyulitkan, karena pilihan lain selain main bola masih luas terbentang. Maka orangtuanya pun membantunya untuk mengambil keputusan. “Mereka tunjukkan kesulitan yang akan saya hadapi kalau mau jadi pemain sepakbola,” ujarnya, seperti dituliskan kembali oleh Tim Vickery dalam World Soccer edisi Mei 2007. “Dan juga kalau belajar untuk jadi insinyur seperti ayah saya. Lantas mereka bilang, ‘Sekarang terserah kamu. Akan kamu temukan suka dan duka dalam keduanya, tetapi pilihan berada di tanganmu dan kami akan mendukungnya.” Kita semua sudah tahu pilihan Kaka. Pilihan yang membuatnya berjumpa dengan banyak pemain dari latar belakang berbeda. Dalam suasana persaingan, potensi konflik jelas terbuka, dan sekali lagi sikap dan tin-dakan orangtuanya menyela-matkan Kaka.
“‘Kita mendapatkan posisi istimewa dalam hidup, tetapi kita juga tahu betapa berat hidup jauh dari keluarga,’ kata ayah saya, karena itu kami biasa mengundang teman-teman yang tinggal di asrama klub untuk tinggal bersama kami saat liburan. Mungkin ini yang saya tak punya prasangka, yakni karena saya berasal dari kelas sosial yang berbeda
Dalam tuntutan dunia sepak bola, tentu sangatlah penting bahwa Kaka bukan sekadar anak orang kaya, tetapi memang bisa main bola. Tostao, pemain tim Brazil yang memenangkan Piala Dunia Jules Rimet tahun 1970 adalah pengagum Kaka sejak awal. Pada Maret 2002, menjelang Piala Dunia 2002, ia bah-kan menulis: “Pemain besar menyederhanakan segalanya. la tidak membuang waktu atau jadi bingung. Inilah yang membuat saya terpesona kepada Kaka. la mengoper, ia menerima, ia menembak, dan melakukan semuanya dengan teknik luar biasa. Kaka sudah siap untuk Piala Dunia ini.”
Namun ternyata, meski Brazil saat itu menjadi juara dunia ke lima kalinya, Kaka hanya bermain beberapa menit melawan Costa Rica, ketika Brazil sudah dipastikan lolos ke babak berikutnya.
Sepuluh langkah ambisius
Ambisi bukanlah tabu dalam tradisi yang membentuk Kaka. Tim Vickery dalam laporannya bahkan menyebut-nyebut nama ilmuwan sosial Max Weber, untuk menghubungkan tradisi kerja keras dalam Protestanisme yang telah membentuk mentalitas baru, menumbuhkan industri dan kerja tetap, kepada apa yang disebut kebajikan. Protestanisme dalam puluhan tahun belakangan, telah melakukan langkah-langkah besar di Brazil yang mayoritasnya menganut Katolik, terutama di antara golongan miskin. Perubahan ke arah “kanan” dalam politik gereja Katolik, dan terkurangkan-nya perhatian kepada masalah sosial, menciptakan keadaan vakum yang telah diisi dalam skala tertentu oleh berbagai organisasi Protestan.
Adapun gereja evangelis yang disebut Renascer (kelahiran kembali) tempat Kaka tumbuh sangatlah berbeda, karena hanya melayani jemaat dari kelas menengah, dan lebih menekankan Protestanisme seperti yang dikemali Weber. Vickery kemudian juga mengutip sejarawan ekonomiDavid Landes, tentang tujuan sistem kepercayaan itu, “Membentuk jenis manusia baru yang rasional, teratur, rajin, produktif.” Suatu deskripsi yang sangat cocok dengan Kaka, yang dengan jelas menyatakan dalam salah satu wawancara awalnya di tahun 2002, bahwa kepercayaannya berhubungan langsung dengan kehendaknya mencapai sukses duniawi. “Ketika saya menyimpang dari jalan Tuhan, saya menangis,” katanya, meski dengan senyuman mengakui, bahwa salah satu tugasnya di tim Sao Paulo adalah sengaja melakukan pelanggaran, untuk menghentikan counter-attack pihak lawan. Tanpa harus merasa bersalah, ia menempatkan sepakbola dalam konteks bisnis. “Saya melihat diri saya sebagai perusahaan,” ujarnya, “Saya memberikan pelayanan kepada Sao Paulo. Saya harus melakukannya dengan baik. Jika perusahaan saya berjalan baik, maka klien saya, Sao Paulo, akan puas dengan saya. Maka sayapun akan mendapat bayaran dan menabungnya. Lantas saya akan mencari klien yang lebih besar, tim nasional atau klub luar negeri. Jika Sao Paulo mau menjual jasa saya, maka mereka dapat melakukannya.”
Sikap seperti ini, lebih teruji setelah Kaka mengalami kecelakaan di kolam renang pada tahun 2000. Tulang belakangnya retak ketika membentur dasar kolam, dan dikhawatirkan akan retak permanen. Tak kurang dari dua bulan dibutuhkan perawatan intensif, yang kesembuhannya justru dilihat Kaka sebagai tantangan baru.
Meski dalam tim yunior Sao Paulo pada 2001 ia cuma seorang pemain cadangan, dirancangnya “sepuluh langkah sukses” sebagai berikut: (1) bermain lagi; (2) direkrut Sao Paulo sebagai profesional; (3) termasuk dalam 25 anggota tim senior Sao Paulo; (4) termasuk dalam 18 anggota tim yang terlibat dalam permainan; [5] menjadi pemain starter dalam tim yang 11 orang; (6) bermain dalam Kejuaraan Dunia Yunior; (7) dipanggil masuk tim nasional senior Brazil; ( bermain untuk Brazil; (9] ber-main dalam Piala Dunia; [10] pindah ke klub besar di Italia atau Spanyol.

Tidakkah Kaka, dalam usia belum 19 tahun, terlalu percaya diri? Dalam kenyataannya, urutan 1 sampai 9 dari sasaran itu berhasil dicapainya dalam waktu tak kurang dari 18 bulan! Aje gile! Sukses Kaka dimulai ketika pelatih Oswaldo Alvares mengambil peluang untuk mempromosikannya dalam tim profesional. Kaka mencetak dua gol dan Sao Paulo mengalahkan Botafogo dalam final turnamen Rio-Sao Paulo. Lahirlah fenomena baru yang dicatat pers sebagai “Caca” (”kaka”) - mengikuti ucapan adik kecilnya yang sulit mengucapkan “Ricardo”. Maka sang pahlawan yang mencetak gol itu mengumumkan, bahwa ia lebih suka namanya dieja sebagai “Kaka”.

Wajah tampan Kaka yang tergandakan begitu rupa oleh media massa membuat seluruh Brazil jatuh cinta kepadanya. Dalam bulan-bulan berikutnya, disebutkan betapa gadis-gadis remaja berteriak histeris sampai pingsan-pingsan setiap kali bola datang ke arah Kaka.

Pindah ke Milan & sepakbola eropa

Sebegitu jauh, riwayat seperti itu masih belum dianggap terlalu sukses, karena gelar kemenangan Rio-Sao Paulo hanyalah suatu gelar pra-musim kompetisi. Sao Paulo tak pernah meraih gelar apa pun sejak 1991, dan meski sempat memenangi Piala Libertadores, tahun berikut dan seterusnya bahkan tak lolos babak kualifikasi

Popularitas Kaka di Brazil kemudian membuat semua orang berharap kepadanya. Memang, klub Sao Paulo sering diejek sebagai klub “bambi” karena merupakan klub yang dimiliki kelompok elite kota itu, tentu dngan kaka, berkat latar be;akang kekayaannya, sebagai “bambi-in-chief”, bisa ditebak ap yang berlangsung ketika sukses tak kunjung diraih klub itu sendiri, yakni bahwa semua tanggung jawab solah terletak di punggung Kaka.

Seorang psikolog olahraga di Brazil, yang dipekerjakan untuk tim Piala Dunia 2002, Regina Brandao, berkata: “Ketika seorang pemain tampak menonjol, harapan kepadanya men-jadi tinggi. la terus mengulang tingkat permainan yang selalu sama, yang merupakan tanggung jawab terlalu banyak bagi anak usia 20 seperti Kaka.”

Ketika akhirnya pencari bakat dari klub-klub Eropa mengendusnya, dengan segera pada Agustus 2003 ia telah menginjak Kota Milan setelah ditransfer klub terkemuka dunia, AC Milan. Minggu-minggu pertama bukan tak dilaluinya dengan keraguan. Di tim Brazil, posisi Kaka tenggelam dalam bayang-bayang Rivaldo; jika bahkan Rivaldo di klub AC Milan tidak mendapat tempat yang tetap, akan bagaimanakah kiranya nasib Kaka?

Namun pelatih AC Milan yang berpengalaman, Carlo Ancelotti, icski tak pernah melihat permainannya segera tahu posisi terbaik Kaka, yang kemudian akan menjadi pemain dengan bayaran termahal di Italia. Jika diSao Paulo ia berperan hanya sebagai striker, sebagai penerima bola terakhir yang tugasnya mencetak gol, tetapi prakteknya beroperasi terlalu dalam, sehingga gaya langsungnya (tembakan akurat yang lurus) mu-dah dipatahkan; maka Ancelotti menempatkannya lebih dekat kepada striker lain, tetapi yang dilindungi oleh tiga pemain tengah di belakangnya. Jadi ia mesti menjemput bola itu sekitar 40 meter (yang bisa dilaluinya dalam 3,8 detik) dari ga-wang. Kaka berkembang dengan itu. la seperti telah siap untuk permainan sepakbola Eropa.

Sebaliknya, ini menjadi masalah ketika ia kembali ke tim Brazil, “Baik saya maupun Ronaldinho terbiasa dengan posisi yang tidak usah mengkhawatirkan pemain belakang lawan. Dengan hanya dua pemain tengah di belakang, kami harus bergerak lebih ke belakang, dan ini mengubah gaya permainan.” Dalam Piala Dunia 2006, Brazil tersingkir di perempat final oleh Prancis, karena kepiawaiam Zinedine Zidane membaca keadaan itu.

Top scorer

Meski begitu, dalam Liga Champions Eropa yang telah dimenangkan AC Milan, Ancelotti lagi-lagi mengubah strategi, dengan mendorong Clarence Seedorf maupun Kaka, yang keduanya semula bermain di tengah, ke depan. “Saya ter biasa bermain dengan dua pemain di depan saya,” ujar Kaka kepada Andrea de Pauli dari ESM, yang termuat dalam World Soccer edisi Musim Panas 2007, “Mula-mula saya merasa agak terpana, tetapi lantas saya sudah harus berusaha untuk belajar, untuk berubah, selama tim bermain lebih baik dengan cara itu dan merasa lebih se-imbang. Sedikit demi sedikit, saya mendapatkan gerak dan tempo yang disyaratkan dari posisi baru saya, dan saya se karang merasa sangat nyaman.”

Betapapun, posisi itu memang memberi peluang lebih bagi Kaka untuk mencetak gol - dan ia telah memanfaatkannya sam-pai menjadi top scorer dengan 10 gol pada Liga Champions Eropa 2006/2007 itu. Kini, dalam World Soccer edisi Januari 2008, seperti dituliskan Paddy Agnew, Ancelotti membebaskan Kaka bermain di posisi mana saja, ke mana saja insting membawanya.

Mengapa Kaka begitu mudah menyesuaikan diri, ketika “ma-salah kebudayaan” sering menjadi ganjalan utama para pe-main Brazil yang bermain di Eropa?

“Saya memang ingin bermain di Eropa. Saya putuskan untuk memanfaatkan kesempatan ini bukan hanya secara profesional, tetapi untuk berkembang sebagai pribadi. Saya memilih untuk menjadi bagian dari tempat ini, untuk belajar,” ujar Kaka,

yang telah dengan penuh perhitungan memasang angka 10 untuk tingkat kesulitan yang akan dihadapinya, dan ternyata hanya mengalaminya sebagai 5 saja. “Saya suka apa pun yang ada di sini. Saya suka makanannya, saya belajar bahasanya, dan tentu ini membantu saya untuk menyatu dengan rekan-rekan tim saya,” kisahnya, lagi.

Penting diketahui, bahwa dengan pasti Kaka telah menjadi tokoh penting di AC Milan. “Kalau sudah bicara, ia seperti jauh lebih dewasa,” ujar Andrii She’vchenko, rekannya asal Ukraina yang sudah pindah ke klubChelsea di Inggris. “Ia seorang pemain berbakat, seseorang yang berkepribadian, dan Professional besar yang telah memenangkan rasa hormat siapapun,” ujar Ancelotti.

Sedangkan Emerson, sesama pemain Brazildi AC Milan yang lebih senior, berkata, “la memiliki kepemimpinan alamiah, yang dating dari kepribadiannya. Orang bisa melihat bahwa ia mampu mengungkapkan dirinya sendiri, bahwa ia telah mendapatkan pendidikan yang baik. Jadi ketika ia menyatakan pendapatnya, semua orang men-dengar.

Sepakbola dan pematangan kepribadian

Telah disebutkan bagaimana Kaka memandang sepakbola tak hanya sebagai pekerjaan, tetapi juga wahana pengembangan diri. Dalam hal itu, dengarkanlah bagaimana Kaka memandang Paolo Maldini, pemain belakang AC Milan dan Italia, satu dari sangat sedikit pemain belakang yang pernah menerima gelar FIFA Player of the Year, yang dalam usia 40 tahun masih membela klub maupun negerinya.

“Waktu saya datang ke Milan, Paolo adalah pemain yang saya pelajari dengan cermat,” katanya, “Saya selalu tersentak oleh kenyataan, bahwa pemain dengan sukses yang sudah begitu banyak dan sangat terkenal, selalu menjadi orang pertama yang tiba di tempat latihan, yang pertama dalam melakukan segalanya. Saya selalu bertanya kepada diri saya sendiri: ‘Dari manakah kiranya ia mendapat motivasi itu?’”

Pertanyaan itu dijawabnya sendiri, “Semua itu tergantung kepada kepribadian. Secara kon-stan ia selalu melakukannya dan ia adalah pemenang sejati. Begitulah ia telah dilahirkan, dan begitulah ia akan selalu melanjutkannya. Kita tidak bisa belajar dari hal-hal penting seperti itu di sembarang tempat. Kepribadiannya selalu menentukan perbedaannya dengan yang lain sepanjang kariernya.”

Nah, apakah Kaka, yang telah menikahi Caroline Celico pada 2005, dan tetap bertahan di AC Milan meski telah ditawar oleh klub Real Madrid sebesar 90 juta Euro, lantas ingin mengikuti seluruh prestasi Maldini, yang telah bermain setidaknya dalam delapan final Liga Champions Eropa? “Entahlah. Paolo mewakili suatu gaya, suatu kepemimpinan, seorang pemain yang fit 100 persen dalam definisi profesional sejati, dalam standar kemahiran tingkat tinggi permainan ini. Adalah suatu kehormatan bagi saya bermain dalam satu tim dengannya.”

Dengan demikian, jika kehidupan dari saat ke saat mestinya mematangkan kepribadian, sepakbola bukanlah perkecualian. •

Kutipan dari :

Seno Gumira Ajidarma

Intisari Pebruari 2008

sms pantun - pantun lucu - pantun humor - pantun cinta - pantun gaul - pantun jayus - pantun aneh

Pernahkan anda menerima atau mengirim pantun lucu atau sms pantun…?

Wah kalo pernah, sharing di sini dunkkk….sapa tau aja bisa di copy paste nehhh.. D
============================================
dulu delman
sekarang dokar
dulu teman
sekarang pacar
=====================

makan kue, minum sekoteng
gue emang ganteng

=====================

Makan Jengkol Perut Melilit
Doyan Miscall pulsa dikit..!!

=========================

jualan es depan sekolah
sms, laah……….!!!

===========================

Buah jeruk buah kedondong……
Mbah ikutan nongkrong dooong….

=======================

=======
hati siapa tak bimbang
situ botak minta dikepang
Buah kedondong Buah atep
Dulu bencong sekarang tetepp …………..
Buah semangka buah duren
Nggak nyangka gue keren
Buah semangka buah manggis
Nggak nyangka gue manis
Buah apel di air payau
Nggak level layauuuuuuu…..
Pohon kelapa, Pohon durian,
Pohon Cemara, Pohon Palem
Pohonnya tinggi-tinggi Bo!
Buah Nanas, Buah bengkoang
Buah jambu, Buah kedondong
Ngerujak dooooooooonggggggg…
Ada padi, Ada jagung
Ada singkong, Ada pepaya
Panen ni yeeeeeeeeeeeee!
Disini bingung, Disana linglung
mangnya enak, engga nyambung….
Buah semangka berdaun sirih
Buah ajaib kali yah?????????
Jalan kaki ke pasar baru
Jauh boooooooooooo….
Jambu merah di dinding
Jangan marah just kidding
Jauh di mata,dekat dihati
Jauh di hati,dekat dimata
Jauh-dekat tujuh ratus perak
Nemu gesper, di pinggir jalan
Kalo laper, makan tu gesper
Men sana in corpore sano
Gue maen kesana,
Elo maen ke sono!
Disana gunung, disini gunung,
Ditengah-tengah bunga melati
Saya bingung kamu pun bingung
Kenapa ada bunga melati ???!?
Anak ayam turun ke bumi
Induk ayam naik kelangit
Anak ayam nyari kelangit
Induk ayam nyungsep ke bumi
Sayur asem sayur sop
laper nich
banyak-banyak menabung
kagak nyambung
dilangit ada tomat
sengit amat
buah kedong-dong buah tomat
Elu bodong amat
buah duren di pohon beringin
rese’ banget tuch duren….
ayam kurus bulunya banyak
rugi banget yang beli………

======================

jaka sembung naik becak
lagi males jalan cak

beli duren ke irian jaya
emang disini dak ada ya
=============================

jalan2 ke kota baru
beli lontong kuahnya basi
dasar tukang lontong kurang ajar…
=========================

ikan hiu makan badak, i love u mendadak…
ikan paus makan pecel, i miss u girl…

(dari alfian)
===========================

satu ditambah satu yaitu dua
dua ditambah dua yaitu dengan empat
baru belajar ngitung ni yee…
==========================

ada lele ada belut
ada kerang ada siput
mo pesan yang mana?

========================

kueh cucur enak rasanya
kueh serabi putih warnanya
hatiku hancur karena cinta
siapakah yg akan jadi pengobatnya

muter muter di pulau formosa
memang indah pemandanganya
ku hargai kritik dan saranya
semoga bermanfaat bagi kita semua

=============================
buah jambu buah sirsak….
buah duku buah durian….
ya… buah2an dweh…..

=====================

Jalan kaki ke kalimantan…
cepeeeee deeeeehhhh.

=======================

makan es perut melilit..
mau SMS juga, pulsa tinggal dikit

==========================

Pergi ke pasar, nyari obat gatal
Dasar, Gak modal!!

========================

buah mangga buah manggis
ternyata ada cewek maniez

buah manggis buah pepaya
cewek manis siapa yg punya

======================

dihutan banyak lebah madu..
rasanya manis,disuka pemburu..
kamu adalah cintaku dan aku amat sayang padamu..

========================

kembang gula di perigi
untuk aku minum jamu
kemana pun kamu pergi
aku slalu rindu kamu

meski hanya buah jambu
tapi ini bisa diramu
meskipun jarang ketemu
cintaku hanya untukmu

wahai seruling buluh perindu
suaranya memikatku
wahai gadis pujaanku
aku sangat cinta kamu

meski aku sudah kenyang
tetap harus minum jamu
perempuan yang ku sayang
bolehkah aku bertamu
================================
Kelap kelip bintang bertaburan

hanya satu yg tampak terang

sungguh banyak pria pilihan

hanya kanda yg paling ku sayang

Kelap kelip bintang bertaburan

begitu indah bagai berlian

sungguh banyak pria menawan

hanya abang yg ku rindukan

Kelap kelip di tengah malam

ku lihat bintang sangat menawan

biar cinta banyak rintangan

ku jaga cinta dg kesetiaan

Kelap kelip bintang seribu

indah menawan di tengah malam

sunggu aku sedang merindu

rindu di hati yg terdalam

Kelap kelip bintang menari

indah bagai mata bidadari

kanda kuharap menjaga diri

untuk diriku sampei ku kembali
================================

Sayang selasih tidak berbunga
Engganlah kumbang untuk menyapa
Sayang kekasih tidak setia
Badan merana kini jadinya

Di sana sini bunga pun kembang
Senanglah kumbang tinggal sendiri
Putuslah sudah kasih dan sayang
Jangan di harap dia kembali

Sungguh malangnya hidupmu bunga
Janganlah layu sebelum kembang
Tentulah diri akan merana
Karena bunga tiada berdaya

Bunga yang malang jaga dirimu
Jangan lah layu sebelum kembang
Pupuklah iman dalam hatimu
Kalau kau layu di buang orang.

Ukir-ukir lah si kayu jati,jadikanlah sebuah jambangan
Pikir-pikir sebelum terjadi,janganlah menyesal kemudian,
=========================

Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah

Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.

Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan

=====================

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan

Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan

Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju
===========================

Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat

Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah

==========================

asam kendis asam gelugur
ke 3 asam riang riang
badan menangis di dlm kubur
teringat badan tak pernah sembahyang

Kemumu di tengh pekan
Di hembus angina jatuh ke bawah
Ilmu yang tak pernah di amalkan
Bagai pohon tak berbuah

Buah smangka buah labu
Buah d ats enak rsanya
B’bondonglh km mnuntut ilmu
Krn wjb hukumnya

Naik pesawat ke pakistan
Smpaix pst cepat
Bljrlh dr kesalahan
Klk kbhagiaan kn d dapat

=========================

Yuminten
Ngemut Sepur
Cekap Semanten
Anggen kulo matur

Es teh
gulone batu
Tiwas mekekeh
ora biso metu
==========================

sumber:
http://selendang.wordpress.com/
http://januardi.blogspot.com/
http://salam-online.web.id/2008/03/01/pantun-nasihat-2.html
http://wuryanano.blogspot.com/
http://toppuisi.blogspot.com/
dll

BELAJAR EDITING MOVIE

Pada tutorial ini saya menggunakan software Ulead Video Studio 9. Langkah-langkah mengedit film yang diambil menggunakan handycam sebagai berikut :

  1. Dimulai dari Star – Program – Ulead VideoStudio 9
    http://ardansirodjuddin.files.wordpress.com/2008/07/gbr-1.jpg?w=300
  2. Selanjutnya Klik VideoStudio Editor untuk memulai mengedit Film
  3. Sebelum mengedit kita pindahkan dulu film hasil shooting kita dari Handycam dengan cara mengklik capture, yang selanjutnya akan disimpan di folder yang telah kita buat sebelumnya
  4. Untuk memulai mengedit, file yang tadi telah kita capture di buka lalu di blok potongan – potongan film hasil shotingan kita
  5. Lalu muncul Conformasi bahwa file tersebut akan di edit lalu Pilih Oke
  6. Lalu di Drag Potongan-potongan tadi yang hasilnya seperti di bawah ini, selanjutnya kita akan memberi efek, di sini banyak efek yang bias kita berikan
  7. Selanjutnya efek tadi kita drag ke posisi potongan-potongan film, sebagai contoh kita pilih yang film, dan hasilnya bisa kita kita lihat di bawah
  8. Selanjutnya kita akan membuat tulisan/judul, untuk memberi tulisan kita pilih Title yang disini banyak pilihan yang bisa kita gunakan
  9. Setelah itu tulisan tadi di drag di posisi Label T , dan Tempatkan sesuai dengan potongan film yang kita kehendaki
  10. Selanjutnya kita akan memberi audio/musik, kita pilih Audio
  11. Pilih Lagu Yang di sesuai
  12. Selanjutnya kita drag ke posisi icon musik
  13. Selanjutnya untuk mengakhiri film kita, kita bisa beri tulisan
  14. Bila Kita telah selesai mengedit, selanjutnya kita gabungkan hasil editan kita dengan memilih Share yang nantinya akan di pindah dalam kepingan CD
  15. Selanjutnya muncul konfirmasi, dan file Tersebut disimpan dalam folder film kita
    http://ardansirodjuddin.files.wordpress.com/2008/07/gbr-15.jpg
  16. Pada tahap akhir yaitu menggabungkan atau Proses Rendering