Sunday, September 15, 2002
Cerpen: Indra Trenggono
BULAN sebesar semangka tersepuh perak, tergantung di langit kota, dini hari. Cahayanya yang lembut, tipis berselaput kabut, menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak, dari posisi mereka yang [...]
27 September 2008
Kategori: Cerpen . . Penulis: davidkaka . Komentar: 1 Komentar
Monday, September 16, 2002
Cerpen: Pamusuk Eneste
SEBETULNYA sudah berulang kali istri Kolbuher memperingatkan agar buku-buku di perpustakaan suaminya tidak ditambah lagi. Namun, peringatan itu tampaknya seperti angin lalu saja. Tiap hari ada saja buku yang datang. Tiap hari ada saja majalah atau jurnal yang datang.
“Lama-lama uang pensiunanmu habis untuk membeli buku, Pak,” kata sang [...]
27 September 2008
Kategori: Cerpen . . Penulis: davidkaka . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Sunday, May 30, 2004
Cerpen: Afrizal Malna
AKU ingin hidup dalam tubuh seseorang, dalam kenyataan orang lain. Aku tahu itu tidak mungkin. Aku tahu itu sebuah dusta yang berusaha aku buat untuk diriku sendiri. Dusta murahan yang membuat manusia menjadi bahan olok-olok di dapur rumahnya sendiri. Suara panci, piring, gelas dan sendok yang menjadi gaduh.
Tapi [...]
27 September 2008
Kategori: Cerpen . . Penulis: davidkaka . Komentar: 1 Komentar
Monday, May 31, 2004
Cerpen Dianing Widya Yudhistira
LANGIT senja Jakarta, tak pernah seindah langit Toboali. Tanah kelahiran yang selalu terkenang, sejauh aku melangkah keluar rumah. Biasanya setiap senja tiba aku senang berlama-lama di beranda rumah. Menyaksikan kemilau langit senja, juga burung-burung yang hendak pulang ke sarang.
Setiap senja langit Toboali tak pernah sepi. Tidak seperti langit [...]
27 September 2008
Kategori: Cerpen . . Penulis: davidkaka . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar